Pada awal tahun 2000, Nurmtop dikenal sebagai salah satu aktor muda berbakat yang kerap menghiasi layar kaca dan layar lebar Indonesia. Ia mencuri perhatian lewat perannya dalam sejumlah film dan sinetron bergenre misteri dan legenda.
Salah satu film yang melejitkan namanya adalah "Misteri Gunung Berapi", sebuah film petualangan penuh teka-teki dan nuansa supranatural yang memperlihatkan kepiawaiannya dalam membawakan karakter penuh emosi dan ketegangan. Ia juga turut ambil bagian dalam sinetron kolosal legendaris "Angling Dharma", memerankan salah satu tokoh penting yang menambah kekuatan narasi dalam kisah epik tersebut.
Tak hanya dua judul itu, Nurmtop juga tampil dalam berbagai peran lain di layar kaca—mulai dari drama, laga, hingga komedi—membuktikan kemampuannya sebagai aktor yang serba bisa.
Melanjutkan Perjalanan Lewat Pencak Silat
Kini, setelah melewati masa keemasannya di dunia hiburan, Nurmtop memilih untuk mengabdikan diri dalam dunia seni bela diri. Ia mendirikan Padepokan Perguruan Seni Beladiri Elang Sigak, sebuah perguruan pencak silat yang berpusat di Bekasi.
Perguruan ini bukan hanya tempat latihan fisik, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur bangsa melalui seni beladiri tradisional. Elang Sigak mengajarkan teknik bela diri, pengendalian diri, serta filosofi hidup yang berakar pada kearifan lokal.
Dengan pendekatan yang disiplin dan humanis, Nurmtop kini dikenal bukan hanya sebagai seniman peran, tetapi juga sebagai guru besar pencak silat yang menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa.




0 Komentar