Ticker

6/recent/ticker-posts

Sejarah Perguruan Seni Beladiri Elang Sigak

Perguruan Seni Beladiri Elang Sigak adalah perguruan pencak silat yang mengusung aliran silat kuno Piedong Sigak yang dijuluki oleh para pewarisnya sebagai Sang Rajawali. Aliran ini berasal dari Desa Ulak Paceh, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan telah tumbuh sejak masa masuknya Islam ke wilayah Sumatera bagian selatan, sekitar abad ke-13 hingga ke-15 Masehi, pada masa peralihan dari kejayaan Sriwijaya menuju era Islam. Perguruan Seni Beladiri Elang Sigak adalah sebuah perguruan pencak silat yang berpijak pada aliran kuno Piedong Sigak, yang berasal dari tanah Sumatera Selatan, tepatnya Desa Ulak Paceh, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Karena itu, Elang Sigak dikenal pula dengan sebutan Sang Rajawali, mewakili filosofi pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga tajam nalarnya dan luhur budi pekertinya. Teknik-teknik dalam aliran ini menekankan kecepatan, ketepatan serangan, kekuatan dalam pertahanan, serta kesadaran penuh terhadap lingkungan sekitar—baik dalam pertarungan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mewarisi semangat tersebut, Perguruan Seni Beladiri Elang Sigak didirikan secara resmi oleh Bapak Nur Muhamad, S.Kom, yang dikenal pula dengan nama Pangeran Sebilah atau Nurmtop, pada tanggal 20 Februari 2019, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasi pusat perguruan berada di Jalan Arjuna Raya, Kampung Pulo, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Meski lahir di perantauan, Perguruan Elang Sigak menjadi jembatan antara warisan leluhur dari Sumatera Selatan dengan semangat pembaruan di tanah Jawa. Sebagai lembaga pendidikan beladiri yang sah, perguruan ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Elang Sigak, dengan legalitas resmi berdasarkan SK Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0004255-AH.01.04.Tahun 2020. Nama “Elang Sigak” sendiri merupakan perpaduan dua makna: Elang melambangkan ketajaman visi, kegigihan, dan kemuliaan, sementara Sigak adalah simbol kesiagaan, ketangkasan, dan kecermatan dalam bertindak. Filosofi ini menjadi ruh dalam setiap latihan dan pembinaan karakter di dalam perguruan. Sejak berdiri, Perguruan Elang Sigak bukan sekadar tempat belajar teknik bela diri. Ia adalah rumah pelestarian budaya, wadah pembinaan mental dan spiritual, serta benteng nilai-nilai luhur yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Dengan semboyan sigap, waspada, dan berani, Elang Sigak terus terbang menjulang, menjaga warisan leluhur dalam langkah-langkah modern.

Posting Komentar

0 Komentar